Pertanyaanyang bagus! Kawat akan membengkok sesuai dengan arah Gaya Lorentz yang timbul. Pada percobaan tersebut, kawat membengkok ke atas karena Gaya Lorentz yang timbul mengarah ke atas. Perlu diingat bahwa arah dari Gaya Lorentz selalu tegak lurus dengan arah arus listrik (I) dan arah medan magnet (B). Pada percobaan tersebut, arus listrik Caranyasederhana yaitu dengan mengacungkan jari jempol tangan kanan sedangkan keempat jari lain menggenggam. Arah jempol adalah arah arus dan arah ke empat jari lain adalah arah medan listrik yang mengitarinya. Tentu masih ingat juga percobaan dua utas kawat tembaga paralel yang keduanya diberi arus listrik. Jika arah arusnya berlawanan, kedua denganmenggunakan kaidah tangan kanan seperti gambar di bawah ini, dan acuan koordinat seperti pada gambar soal, dimana arah B dari selatan ke utara artinya bisa diasumsikan masuk bidang, dan arah arus listriknya ke arah utara (atas), maka arah F nya yaitu ke arah kiri (arah barat). Sebuahkawat lurus dialiri arus listrik 5 A seperti gambar (µ o = 4π x 10-7 Wb/A.m) Besar dan arah induksi magnetik dititik P adalah A. 4 x 10-5 T ke kanan. B. 4 x 10-5 T ke kiri. C. 5 x 10-5 T tegak lurus menuju bidang kertas. D. 5 x 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas. E. 9 x 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas. 1 Soal UN Fisika SMA/MA U-ZC-2013/2014 No.32 Kawat P dialiri arus listrik 6 A dengan arah ke atas seperti gambar berikut : Jika µo = 4π.10-7 wbA-1m-1 dan terjadi gaya tolak menolak per satuan panjang antara kawat P dengan Q sebesar 1,2.10-5 N.m-1, maka besar dan arah arus listrik pada kawat Q adalah. A. 1 Gambar5.3b : Ketika kawat dialiri arus yang arahnya ke atas, jarum kompas menyimpang ke arah kiri Gambar 5.3c : Ketika arah arus listrik dibalik dari atas ke bawah, ternyata arah penyimpangan jarumkompas juga berlawanan dengan semula Percobaan ini membuktikan adanya sesuatu yang dapat berinteraksi dengan magnit jarum kompas, ternyata sesuatu a) Gaya total pada kawat karena medan magnetik itu, F = ILB sin θ = (2 A)(2π x 0,08 m)(0,065 T) = 0,0208π N (b) F = ILB sin θ = (2 A)(3 x 10-3 m)(0,065 T) = 3,9 x 10-4 N Soal 2 Seutas kabel listrik dengan massa jenis 18 x 10 3 kg/m 3 dialiri arus listrik 750 A dengan arah dari barat ke timur. Komponen horizontal induksi magnetik Bumi adalah 16 µT, dan menyebabkan sebuah gaya bekerja pada 21270305502-Kunci-Jawaban-Dan-Pembahasan-PR-Fisika-12. × Close Log In. Log in with Facebook Log in with Google. or. Email. Password. Remember me on this computer. or reset password. Enter the email address you signed up with and we'll email you a reset link. Need an account? Click here to sign up. Log In Sign Up. Log In; Sign Up; more; Job avwjL. FisikaElektromagnetik Kelas 12 SMAMedan MagnetGaya MagnetikDua kawat sejajar dialiri arus listrik seperti tampak pada gambar. Jika mu 0=4 pi x 10^-7 maka besar dan arah gaya magnetik persatuan panjang yang dialami kedua kawat adalah.... I1=2 A I2=6 A 4 cm A. 10^-5 tarik-menarik B. 3 x 10^-5 tolak-menolak C. 3 x 10^-5 tarik-menarik D. 6 x 10^-5 tolak-menolak E. 6 x 10^-5 tarik-menarikGaya MagnetikMedan MagnetElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0607Kawat PQ panjang 50 cm digerakkan tegak lurus sepanjang k...0211Tiga buah kawat sejajar masing-masing dialiri 2 A, 3 A da...Teks videoHalo coffee Friends pada soal ini diketahui bahwa jarak di antara dua kawat sejajar yang ada adalah 4 cm sehingga De = 4 cm. Apabila kita ubah ke dalam konversi 1 M + 1 cm, maka dapat diperoleh bahwa d = 0,04 m dari soal juga diketahui besar arus I1 = 2 A dan besar arus listrik I2 = 6 ampere kita juga mengetahui bahwa Min 0 = 4 phi dikali 10 pangkat min 2 informasi yang ada kita diminta untuk menentukan gaya magnetik persatuan panjang atau frl untuk menjawab soal ini kita dapat menggunakan persamaan gaya di antara dua garis sejajar yang secara matematis dapat ditulis dengan f l = Min 0 dikali dengan 1 dikali 2 dibagi dengan 2 mana yang merupakan gaya magnetik persatuan panjang dengan satuan Newton per meter merupakan permeabilitas vakum dengan satuan Weber a m i dan I2 merupakan besar arus listrik pada masing-masing kawat dengan satuan A dan D adalah jarak antara kawat sejajar yang ada dengan satuan meter sehingga dengan persamaan ini dan dengan mensubtitusikan informasi yang ada dalam persamaan tersebut maka dapat diperoleh bahwa a l = 4 phi dikali 10 pangkat min 7 WB per a dikali dengan 2 a dikali dengan 6 A dibagi dengan 2 phi dikali 0,04 m sehingga diperoleh di akhir bahwa f l = 6 dikali 10 pangkat min 5 Newton per meter selanjutnya kita perlu memperhatikan juga bahwa arah dari arus I1 dan I2 adalah sama dan karena arah pada arus I1 dan I2 = 100 yang terjadi pada kedua kawat tersebut adalah Interaksi yang saling tarik-menarik sehingga jawaban yang tepat untuk soal ini merupakan jawaban demikian pembahasan soal kali ini Terima kasih dan sampai jumpa di pembahasan berikutnya Kelas 12 SMAMedan MagnetGaya MagnetikSuatu kawat berarus listrik 10 A dengan arah ke atas berada dalam medan magnetik 0,5 T dengan membentuk sudut 30 terhadap kawat. Jika panjang kawat 5 meter, tentukan besarnya gaya Lorentz yang dialami kawat! Gaya MagnetikMedan MagnetElektromagnetikFisikaRekomendasi video solusi lainnya0607Kawat PQ panjang 50 cm digerakkan tegak lurus sepanjang k...0211Tiga buah kawat sejajar masing-masing dialiri 2 A, 3 A da...Teks videosoal seperti ini kita perlu memahami maksud soalnya terlebih dahulu di sini terdapat soal tentang akibat adanya arus listrik dalam medan magnet akan menuliskan yang diketahuinya terlebih dahulu yang pertama suatu kawat berarus listrik arus listrik kita simbolkan dengan ini yaitu sebesar 10 ampere berada dalam medan magnet sebesar setengah Tesla 0,5 Tesla 338 JAT 30 derajat terhadap kawat dan panjang kawat itu kita simbolkan dengan l yaitu 5 m gambar arus listrik dalam soal itu terdapat tanda yaitu arahnya ke atas maka arus listrik Ini arahnya ke atas arus listrik kita simbolkan dengan medan magnet itu membentuk sudut 30 derajat terhadap kawat terhadap arus ini berarti suhu 30 derajat kita disini hanya karena kita hanya akan menentukan besarnya gaya Lorentz maka kita tidak perlu tahu arah medan magnet Ini ke arah serong atas ke arah yang atau ke arah serong bawa ke sini tidak perlu mengetahui nya dan di soal juga tidak diketahui karena yang ditanyakan hanya besarnya gaya untuk mengerjakan soal ini kita perlu rumus berikut yaitu F adalah gaya Lorentz yang kita balikan balikan l Sin Teta dengan F adalah gaya Lorentz kita simpulkan kita beri indeks l untuk membedakan gaya biasa Kemudian b adalah medan magnetik adalah harusnya l adalah panjang kawat dan peta itu adalah sudut yang dibentuk antara medan magnet B dan arus ini adalah rumus gaya Lorentz artinya rumus gaya Lorentz itu ada beberapa rumus gaya Lorentz yang berkaitan dengan Medan arus dan panjang kawatnya rumus ini hanya berlaku ketika kawat nya ada 1 dan dilewati oleh medan magnet artinya ketika kawat nya itu ada dua sejajar ataupun tidak sejajar ataupun nanti ketika terdapat muatan yang bergerak dalam medan magnet itu rumus gaya Lorentz nya sudah berbeda lagi baik disini kita akan memasukkan angka-angkanya kita masukkan 0,5 harus kita masukkan 10 a l panjang kawat itu 5 m Sin Teta sudutnya 30 derajat kita akan melanjutkan 0,5 itu kita bisa * 10 * 5 Sin 30 itu artinya Tinggal 2 dengan 10 habis 10 nya menjadi 5 hatinya tinggal tersisa 25 per 2 jika menghendaki dalam desimal yaitu 12,5 Newton Inilah hasil dari gaya Lorentz Terima kasih sampai jumpa di video nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Diketahui Ditanya Penyelesaian Langkah pertama menghitung , yaitu Syarat agar induksi magnetik di titik P bernilai nol adalah besar induksi magnetik yang dihasilkan oleh kawat 1 dan kawat 2 haruslah sama dan arah arus pada kedua kawat juga sama agar dihasilkan arah medan magnet B1 dan B2 yang berlawanan. Sehingga arah arus pada kawat kedua adalah ke atas. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kaidah tangan kanan seperti pada gambar di bawah ini Selain itu, syarat medan magnet di titik P sama dengan nol adalah besar B1 dan B2 harus sama, sehingga Dengan demikian, arus pada kawat kedua sebesar 2I ke atas. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.